Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam keterangan persnya di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/3/2009).
"Pada jangka menengah akan diperkirakan akan terjadi defisit gas untuk di Sumatera Utara dan Jawa Barat," ungkap Purnomo.
Pasokan gas Sumatera Utara untuk PLTU Belawan memang masih akan defisit meskipun ada tambahan dari lapangan gas Pertamina. Karenanya dibutuhkan mini LNG floating receiving and regas unit untuk memasok gas lebih banyak lagi bagi PLTU Belawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ini idenya PGN, maka dia yang akan membangunnya," jelasnya.
Sedangkan untuk mengatasi kelangkaan gas di Jawa Barat, receiving and regas floating LNG Terminal akan dibangun oleh konsorsium PT PLN (Persero), Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina (Persero).
"Ketiga BUMN ini akan buat satu receiving terminal floating untuk memenuhi kebutuhan listrik di Muara Karang dan Tanjung Priok," ungkapnya.
Alternatif lain untuk mengatasi defisit di Jawa Barat adalah dengan membangun pipanisasi North Bali-Surabaya(Gresik)-Semarang-Cirebon-Muara Bekasi yang izin pembangunannya sudah dikeluarkan oleh BPH Migas.
"Namun untuk pipanisasi masih menunggu supply gas," ungkapnya.
Purnomo menambahkan setelah 2014 ada beberapa lapangan gas yang akan mulai berproduksi diantaranya Masela di laut Timor, Tangguh di Papua, dan Cepu di Jawa Timur.
"Opsi lain sebelum pasokan gas tersebut masuk yaitu dengan mencari spot kargo LNG," katanya. (epi/lih)











































