Surplus Premium Mulai Tergerus

Surplus Premium Mulai Tergerus

- detikFinance
Senin, 30 Mar 2009 14:59 WIB
Surplus Premium Mulai Tergerus
Jakarta - Surplus penjualan premium pada Desember 2008 hingga Februari 2009 mulai tergerus akibat harga minyak yang naik ke US$ 52 per barel. Surplus tersebut digunakan untuk menambal selisih harga BBM subsidi dengan harga keekonomian yang sudah mencapai Rp 5.000 per liter.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/3/2009).

"Surplus sudah mulai tergerus. Saat ini harga minyak dunia kecenderungannya naik. Saat ini harganya berada dikisaran US$ 52 per barel sehingga BBM domestik udah mulai naik. Sekarang BBM sudah Rp 5.000, jadi tidak ada surplus dan sekarang sudah subsidi," ungkapnya.
Β 
Pada kesempatan yang sama, Purnomo membantah jika dana surplus tersebut digunakan untuk kegiatan kampanye politik. Ia menegaskan, dana surplus tersebut langsung masuk ke kas negara dan kembali digunakan jika memang perlu mensubsidi harga BBM.
Β 
"Ada yang curiga uangnya dipakai untuk politik. Padahal uangnya tidak masuk ke kita tapi di kas negara. Lagipula sekarangkan sudah subsidi jadi keuntungan kemarin sudah mulai tergerus," katanya.
Β 
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Evita Legowo menyatakan saat ini pihaknya terus melakukan penghitungan terkait evaluasi harga BBM yang diumumkan setiapΒ  tanggal 15.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang hitung terus," tegasnya.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads