Jalan tol yang umumnya berkonstruksi layang ini, belum sepenuhnya dilakukan pembebasan lahan. Hanya beberapa seksi khususny seksi E 1 Rorotan Cilincing sebagian besar telah dibebaskan, sedangkan seksi-seksi lainnya menyusul.
"Keseluruhan 13 km, totalnya paling tidak kita butuh Rp 4,5 triliun, yang dananya dari pemerintah melalui pinjaman dan plus rupiah murni," kata Kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dalam acara ground breaking akses Tanjung Priok, di Jakarta, Senin (30/3/2009).
Dijelaskannya, mengenai pembebasan lahan pemerintah bekerjasama dengan BUMD DKI Jakarta yaitu PT Jakpro (Jakarta Propertindo) yang bertugas membebaskan lahannya,
"Kalau yang 3,4 Km ini kita semua, tetapi secara keseluruhan Jakpro," ujarnya.
Akses Tanjung Priok terdiri dari beberapa seksi diantaranta Rorotan-Cilincing 3,4 km, seksi II (E-2) Cilincing-Jampea 4,2 km, W1 Jampea-Kampung Bahari 2,8 km,W2 Kampung Bahari-Harbor Toll Road 2,9 km dan NS Jampea-Kebon Bawang 1,7 Km.
"Daya serap seluruh proyek ini mencapai 1.250 tenaga kerja langsung tidak langsung," imbuhnya.
(hen/qom)










































