Memasuki Musim Panas, Industri Tekstil Makin Tak Berdaya

Memasuki Musim Panas, Industri Tekstil Makin Tak Berdaya

- detikFinance
Senin, 30 Mar 2009 16:37 WIB
Memasuki Musim Panas, Industri Tekstil Makin Tak Berdaya
Jakarta - Ekspor industri tekstil diperkirakan makin terpuruk pada April 2009. Pada masa itu, persaingan pakaian akan makin ketat karena memasuki musim panas sehingga rawan bagi industri dalam negeri yang tidak mengikuti tren.

Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Industri Edy Putra Irawady ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (30/3/2009).
 
"Tekstil itu sangat rawan di April karena adanya persaingan pakaian-pakaian untuk musim panas, jadi barang-barang kita harus ada perubahan mengikuti musim, jadi ekspor di April akan merosot terus," tuturnya.
 
Dijelaskan Edy, dengan melihat penurunan ekspor pada Januari-Maret 2009 yang mencapai 42%, maka nilai ekspor di April diperkirakan hanya mencapai US$ 3-4 miliar.
 
"Di April biasanya ekspor itu nilainya US$ 8-7 miliar dan impor biasanya US$ 6-7 miliar, jadi kalau penurunan ekspor rata-rata 42%, nilai ekspor April bisa menurun sebesar US$ 3-4 miliar," paparnya.
 
Dikatakannya, untuk tetap mendorong perekonomian di tengah turunnya ekspor, pemerintah akan mendorong konsumsi nasional karena di kawasan ASEAN Indonesia mempunyai pasar dalam negeri yang terbesar.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads