Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Industri Edy Putra Irawady ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (30/3/2009).
Â
"Tekstil itu sangat rawan di April karena adanya persaingan pakaian-pakaian untuk musim panas, jadi barang-barang kita harus ada perubahan mengikuti musim, jadi ekspor di April akan merosot terus," tuturnya.
Â
Dijelaskan Edy, dengan melihat penurunan ekspor pada Januari-Maret 2009 yang mencapai 42%, maka nilai ekspor di April diperkirakan hanya mencapai US$ 3-4 miliar.
Â
"Di April biasanya ekspor itu nilainya US$ 8-7 miliar dan impor biasanya US$ 6-7 miliar, jadi kalau penurunan ekspor rata-rata 42%, nilai ekspor April bisa menurun sebesar US$ 3-4 miliar," paparnya.
Â
Dikatakannya, untuk tetap mendorong perekonomian di tengah turunnya ekspor, pemerintah akan mendorong konsumsi nasional karena di kawasan ASEAN Indonesia mempunyai pasar dalam negeri yang terbesar.
(dnl/lih)










































