SBY: Krisis Global Tak Bisa Selesai Hanya dengan 1-2 Summit

Laporan dari Dubai

SBY: Krisis Global Tak Bisa Selesai Hanya dengan 1-2 Summit

- detikFinance
Senin, 30 Mar 2009 20:10 WIB
SBY: Krisis Global Tak Bisa Selesai Hanya dengan 1-2 Summit
Dubai - KTT G20 yang akan digelar di London, Inggris, pada 1-2 April 2009 diharapkan dapat
menghasilkanΒ  cara konkret dalam penyelesaian krisis global. Namun, penyelesaian
krisis ini akan memakan waktu yang tidak pendek.

"Jadi, krisis ini tidak akan bisa diselesaikan hanya melalui satu atau dua summit
saja. Ini long term," kata Presiden SBY saat berbincang-bincang denganΒ  rombongan di
dalam pesawat Garuda Airbus A 330-341 yang sedang dalam perjalanan Jakarta-Dubai,
Senin (30/3/2009).Β 

Pesawat kepresidenan ini mendarat di bandara Dubai pukul 16.20 waktu Dubai (19.20
WIB) untuk transit selama sekitar 1 jam. Transit dilakukan untuk pengisian bahan
bakar sebelum terbang menuju Bandara Gatwick, London.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam bincang-bincang sekitar pukul 17.00 WIB, SBY yang mengenakan sweater warna
gelap, menyoroti penyelesaian krisis global dan KTT G-20. Menurut SBY, untuk keluar
dari krisis global ini, ada beberapa hal kunci yang harus dilakukan.

Antara lain, pemulihan bank-bank negara-negara maju, penciptaan pasar oleh negara
maju dan berkembang, dan realisasi dari global architecture yang disepakati oleh
negara-negara.

Indonesia, kata SBY, sudah melakukan sejumlah hal untuk mengatasi krisis ini, antara
lain memberikan paket stimulus, pemberian insentif pajak, dan lain-lain.

"Negara-negara maju juga harus all out melakukan hal seperti ini," kata SBY.

Presiden SBY juga menjelaskan usulan Indonesia agar dikeluarkan support fund untuk
negara-negara berkembang sudah disetujui G20. "Karena itu, hal ini harus segera
direalisasikan," kata dia.Β 

Mengenai reformasi di tubuh lembaga donor, seperti IMF, sudah disepakati G20. SBY
yakin hal ini juga akan terus dilakukan.

Menurut dia, krisis global yang terjadi saat ini bagi Indonesia mungkin tidak
separah tahun 1998. Sebab, krisis yang terjadi pada 1988 akibat dari bubble economy,
yakni pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama 30 tahun adalah semu, tidak memiliki
nilai yang riil.

(asy/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads