ADB: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,6% Tahun 2009

ADB: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,6% Tahun 2009

- detikFinance
Selasa, 31 Mar 2009 11:40 WIB
ADB: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,6% Tahun 2009
Jakarta - ADB memperkirakan perekonomian Indonesia hanya akan tumbuh sebesar 3,6 persen pada tahun 2009. Angka itu turun jauh dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2008 yang mencapai 6,5%.

Perekonomian Indonesia diperkirakan mulai membaik di tahun 2010, saat pertumbuhannya diperkirakan mencapai 5 persen. Bank Indonesia sebelumnya telah merevisi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 menjadi 3-4 persen. Sementara proyeksi pemerintah masih mencapai 4-5 persen.

Namun pertumbuhan ekonomi RI di tahun 2009 dalam pandangan ADB masih lebih baik dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. ADB mencatat sejumlah negara Asia Tenggara bahkan mencatat pertumbuhan negatif seperti Kamboja (-0,4%), Malaysia (-0,2%), Singapura (-5%) dan Thailand (-2%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, perekonomian Indonesia hanya kalah oleh Laos yang sebesar 5,5% dan Vietnam sebesar 4,5%.

Demikian laporan tahunan 'Asian Development Outlook 2009' (ADO 2009) yang dirilis ADB, seperti dikutip dari situsnya, Selasa (31/3/2009). Berikut proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara Asia Tenggara versi ADO.
Negara200820092010
Brunei Darussalam-2,7%-0,4%2,3%
Kamboja6,5%2,5%4%
Indonesia6,1%3,6%5%
Laos7,2%5,5%5,7%
Malaysia4,6%-0,2%4,4%
Myanmar---
Filipina4,6%2,5%3,5%
Singapura1,1%-5%3,5%
Thailand2,6%-2%3%
Vietnam6,2%4,5%6,5%


ADB sebelumnya juga memproyeksikan perekonomian Asia hanya akan tumbuh 3,4% di tahun 2009, atau turun tajam dibandingkan pertumbuhan ekonomi Asia tahun 2008 yang mencapai 6,3% dan 9,5% di tahun 2007.

Dan jika pemulihan ekonomi global bisa berlangsung pada tahun depan, maka pertumbuhan ekonomi Asia akan membaik menjadi 6% di tahun 2010.

"Proyeksi jangka pendek kawasan ini suram akibat dampak penuh dari resesi di negara-negara industri yang ditransmisikan ke negara-negara berkembang," ujar pjs Kepala Ekonom ADB, Jong-Wha Lee. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads