Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (31/3/2009).
"Sedang kita exercise (besarannya). Nanti dividennya dikurangi, tapi buat bank itu bagus karena memperkuat private equity," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih di-exercise, berapa kewajiban kepada negara dari mana sumbernya. Tapi kita harus sadar bank-bank perlu diperkuat ekuitasnya menghadapi situasi ekonomi seperti saat ini," jelasnya.
Ia mengatakan, walaupun setoran Bank BUMN akan dikurangi, hal itu tidak berpengaruh kepada setoran BUMN lain. Menurutnya, dengan kewajiban APBN yang bertambah maka dividen BUMN lain akan tetap, terutama dari BUMN yang tidak membutuhkan banyak modal.
Sebelumnya, beberapa Bank BUMN, seperti PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Tabungan Negara telah mengusulkan keringanan dalam pengambilan dividen tahun buku 2008.
Pasalnya, dalam situasi krisis ekonomi global seperti sekarang ini, bak perlu memperkuat modal agar bisa bertahan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengurangi jumlah setoran dividen kepada pemerintah.
(ang/ir)











































