Untuk mengatasi keterpurukan ini, Bank Dunia berniat meluncurkan program likuiditas perdagangan dunia bernilai US$ 50 miliar. Program tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengatasi anjloknya perdagangan di tengah krisis global.
Bekerjasama dengan World Trade Organization (WTO), Bank Dunia juga dapat mengambil sumber dan pengalaman dari badan kredit ekspor nasional untuk rencana ini. Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick menyatakan, Dewan Bank Dunia rencananya akan membahas detail dari rencana ini pada Selasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proyeksinya, Bank Dunia memperkirakan perekonomian dunia akan menyusut 1,7% tahun 2009, yang merupakan penurunan pertama sejak perang dunia kedua.
Dan untuk mengatasi krisis, Zoellick menyatakan bahwa G20 harus mulai melakukan reformasi dan memperkuat institusi yang sudah ada seperti Bank Dunia, WTO dan IMF. G20 harus berupaya memberikan peranan yang lebih kuat kepada negara berkembang untuk berkontribusi pada lembaga ini.
Zoellick menambahkan, G20 juga harus memberikan institusi-institusi tersebut pengawasan yang lebih luas guna memperbaiki transparansi, akuntabilitas dan meyakinkan kebijakan koordinasi yang lebih baik. Dan G20 harus melakukannya dengan mendorong sistem monitoring WTO guna mencegah terjadinya pembatasan. (qom/ir)











































