Kilang Methanol Bunyu Medco Berhenti Operasi

Kilang Methanol Bunyu Medco Berhenti Operasi

- detikFinance
Selasa, 31 Mar 2009 17:12 WIB
Kilang Methanol Bunyu Medco Berhenti Operasi
Jakarta - Kegiatan produksi Kilang Methanol Bunyu (KMB) yang dikelola anak perusahan PT Medco Energi Internasional tbk, PT Medco Methanol Bunyu dihentikan karena minimnya pasokan gas.
 
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Darmoyo Doyoatmojo dalam konferensi persnya di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (31/3/2009).
 
"Sebelumnya produksi di kilang tersebut telah dihentikan sementara pada 1 Februari lalu karena semakin rendahnya pasokan gas, sekarang sudah benar-benar dihentikan produksinya," jelas Darmoyo.
 
Darmoyo menjelakan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pasokan gas agar dapat mempertahankan kegiatan operasi kilang.

"Namun, dengan berat hati kami memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasi dan produksinya untuk dikembalikan kepada Pertamina," ujar Darmoyo.
 
Darmoyo menjelaskan, untuk mengoperasikan KMB sesuai dengan kapasitas yang terpasang, dibutuhkan paling tidak pasokan gas sebesar 32 MMSCFD.

Pada awal Kontrak Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT. Pertamina, KMB mendapatkan pasokan gas dari Blok Tarakan PSC dan Blok Bunyu PSC yang dikelola oleh Pertamina.
 
Kemudian, mengingat kedua lapangan tersebut merupakan lapangan yang produksinya sudah menurun, maka sulit bagi kedua lapangan tersebut untuk memasok gas sesuai dengan kebutuhan KMB.
 
"Bahkan sejak tahun 2008, pasokan gas yang diterima oleh KMB hanya berasal dari Blok Tarakan PSC yang sampai dengan akhir Januari 2009 hanya mampu memasok rata-rata 13 MMSCFD."
 
Darmoyo menyatakan, pengoperasian KMB dihentikan karena dengan pasokan gas yang rendah sehingga aktivitas hanya mencapai 30 persen. hal ini sangat berbahaya dan tidak efisien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Optimalnya dibutuhkan pasokan gas sebesar 85%," ucap Darmoyo.
 
Dengan adanya penghentian kegiatan produksi KMB, diperkirakan akan memberikan dampak yang antara lain adalah memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 234 karyawan yang sudah bekerja sejak kilang tersebut dioperasikan oleh MMB.
 
Selain itu, dampak lainnya adalah pada tahun 2009 MedcoEnergi tidak lagi membukukan pendapatan yang berasal dari penjualan Methanol, yang sampai dengan akhir tahun 2008 memberikan kontribusi sebesar US$ 38,8 juta terhadap pendapatan konsolidasi perseroan.
 
Kemudian, perseroan juga tidak akan membukukan biaya pasokan gas dari Blok Tarakan PSC ke MMB yang telah dieliminasi dengan pendapatan yang berasal dari pasokan gas ke KMB dari Blok Tarakan PSC, yang sampai akhir tahun 2008 besarnya adalah US$3,9 juta.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads