ADB Biayai Infrastruktur RI US$ 140 Juta

ADB Biayai Infrastruktur RI US$ 140 Juta

- detikFinance
Rabu, 01 Apr 2009 12:43 WIB
ADB Biayai Infrastruktur RI US$ 140 Juta
Jakarta - Asian Development Bank (ADB) menyetujui investasi hingga US$140 juta untuk Fasilitas Pembiayaan Infrastruktur Indonesia (Indonesian Infrastructure Financing Facility/IIFF). IIFF ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan di Indonesia.

ADB menilai, kekurangan listrik, masalah transportasi dan kekurangan infrastruktur penting lainnya menghambat pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Indonesia. Namun investasi dari sektor swasta rendah karena kurangnya pembiayaan jangka panjang dari bank atau melalui pasar modal.

IIFF, yang dirancang pada tahun 2007, akan menyediakan bantuan pembiayaan dalam bentuk instrumen pinjaman jangka panjang, penyertaan modal atau penjaminan untuk proyek-proyek infrastruktur. Dengan demikian maka diharapkan akan bisa menarik lebih banyak investasi sektor swasta di sektor infrastruktur sebesar enam hingga tujuh kali lipat daripada angka saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada kesenjangan yang besar antara investasi yang dibutuhkan dibidang infrastruktur dan pembiayaan yang tersedia. Hal ini sangat menghambat pengembangan infrastruktur penting di Indonesia, proyek ini diharapkan akan bisa membantu mengurangi kesenjangan tersebut," kata Arjun Thapan, Direktur Wilayah Asia Tenggara dari ADB dalam siaran persnya, Rabu (1/4/2009).

Investasi ADB akan berupa penyertaan modal hingga US$40 juta untuk 20% saham di IIFF dan pinjaman selama 25 tahun dengan jumlah hingga US$100 juta untuk perusahaan induk infrastruktur yang dimiliki pemerintah yakni PT Sarana Multi Infrastruktur dengan masa tenggang 5 tahun. Pinjaman tersebut nantinya disalurkan ke IIFF sebagai penerusan pinjaman. 

"IIFF akan membiayai proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial dengan menawarkan pembiayaan dalam jangka panjang dan bantuan pengetahuan dan ketrampilan  guna mendorong kemitraan pemerintah dan swasta," kata Philip Erquiaga, Direktur Jenderal untuk Departemen Operasi Sektor Swasta ADB.

Dengan membatasi jumlah pendanaan hingga 20% dari biaya suatu proyek, IIFF diharapkan akan bisa mendanai proyek-proyek senilai US$5,5 miliar dalam lima tahun pertama operasinya.

Investasi di bidang infrastruktur di Indonesia meningkat menjadi 3,0%-3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam tahun-tahun terakhir ini namun angka ini masih lebih rendah dari angka sebelum krisis keuangan Asia pada tahun 1997 sebesar 5%-6%. Investasi belakangan ini sebagian besar berasal dari pemerintah sementara investasi sektor swasta anjlok dalam 10 tahun terakhir hingga dibawah 1% dari PDB antara tahun 2000-2006. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads