Berdasarkan siaran pers Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilansir detikFinance, Rabu (1/4/2009), KKKS yang mengalami kenaikan produksi adalah PetroChina Jabung, Pertamina EP dan BP Tangguh.
Petrochina Jabung mengalami kenaikan produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 4.168 bph, yaitu dari produksi sebesar 14.900 bph menjadi 19.068 bph. Kenaikan ini karena produksi kembali normal setelah selesainya perawatan tahunan Betara Gas Plant.
Untuk Pertamina EP mengalami kenaikan produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 694 bph, yaitu dari produksi 116.934 bph menjadi 117.628 bph.
"Ini akibat produksinya kembali normal setelah kebocoran pada hose untuk lifting TAC Pertalahan Natuna dapat diatasi," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen ESDM, Sutisna Prawira dalam siaran pers tersebut.
Sedang untuk BP Tangguh, lanjut Sutisna, mulai berproduksi dengan produksi sebesar 604 bph yang berasal dari lapangan Vorwatta tmt. pada 28 Januari 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Sutisna menyatakan pada awal tahun 2009 ini, rata-rata produksi minyak bumi dan kondensat Indonesia melampaui target dalam APBN 2009. Untuk bulan Januari dan Februari 2009, rata-rata produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 963.269 barel per hari (bph) atau 100,3% dibandingkan target produksi dalam APBN 2009 sebesar 960.000 bph.
Untuk bulan Februari 2009, rata-rata produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 966.845 bph atau mengalami kenaikan sebesar 6.807 bph dibanding rata-rata produksi bulan Januari 2009 sebesar 960.038 bph.
Kenaikan produksi ini terutama disebabkan oleh kenaikan atau normalnya produksi dari beberapa lapangan produksi yang dioperasikan sejumlah KKKS.
"Sampai dengan 16 Maret 2009, rata-rata produksi minyak sebesar 960.374 bph, sehingga diharapkan target produksi APBN tahun 2009 (sebesar 960.000 bph) dapat tercapai," harap Sutisna.
(epi/lih)










































