Ekspor Beras Hanya Dilayani 3 Pelabuhan

Ekspor Beras Hanya Dilayani 3 Pelabuhan

- detikFinance
Rabu, 01 Apr 2009 17:50 WIB
Ekspor Beras Hanya Dilayani 3 Pelabuhan
Jakarta - Pemerintah berencana hanya akan mengizinkan proses pengapalan ekspor beras premium (5% broken) di tiga pelabuhan utama yaitu Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya  dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar.

Demikian disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida saat ditemui di kantornya Jl Ridwan Rais, Rabu (1/4/2009).

"Lokasi pelabuhan ekspor dibatasi, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar, tetapi pembatasan pelabuhan tidak masuk ke Permendag, masuk di dalam rekomendasi nya ada (Deptan)" jelas Diah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diah mengatakan bahwa rekomendasi tempat pelabuhan ekspor akan ditetapkan berdasarkan rekomendasi Departemen Pertanian tanpa melalui ketentuan Permendag. Mengenai Permendag ekspor beras premium tersebut ia mengatakan sudah keluar sejak tanggal 30 Maret 2009 lalu.

Selama ini jenis beras premium biasanya adanya di wilayah Sragen Jawa Tengah, Cianjur Jawa barat dan Sidrap Sulawesi. Ia mengatakan saat ini  harga beras premium asal Karawang bisa mencapai Rp 18.000 per kilogram, meskipun Diah tidak tahu pasti berapa harga jenis tersebut ditempat lainnya.

"Nanti ke depan kita ingin ekspor beras dalam kemasan yang khusus. Terserah brand-nya apa, kita anjurkan produce of Indonesia-nya ada," tambahnya.Tambah PD Indonesia

Realisasi ekspor beras jenis premium (5% broken) sebanyak 100.000 ton jika berhasil dilakukan akan berdampak menambah kepercayaan diri (PD) Indonesia di antara negara-negara ASEAN lainnya yang selama ini sudah cukup rajin mengekspor beras.

“Ekspor itu membangun kepercayaan diri bangsa,” kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi.

Bayu menjelaskan rencana jumlah ekspor beras premium oleh Indonesia pada tahun 2009 ini, terbilang jauh lebih sedikit dari negara-negara pengekspor lainnya. Namun kata dia, meski jumlah yang kecil  justru bisa menjadi kesempatan buat Indonesia mengisi ceruk pasar beras internasional.

Saat ini  peluang pasar beras  dunia  mencapai 30 juta ton per tahun,. Diantaranya disumbang oleh Vietnam dan Thailand  masing-masing 8 juta ton per tahun, bahkan negeri Hindustan negeri asalnya beras sempat juga  mengekspor 5 juta ton beras.

“Kita 100.000 ton  itu mengambil ceruk pasar yang kecil. Pasar ke Malaysia, Jepang  Timur Tengah dan Hongkong,” jelasnya.

Kembali lagi ia menegaskan, jika langkah ekspor beras premium nantinya membuat gejolak  harga beras di dalam negeri maka pemerintah tak segan-segan akan  mengevaluasinya.

"Ekspor itu kesempatan, bukan target, April sampai Juni Shipment. Jenis Broken 5%, 100% premium, kemasan dengan brand asal Indonesia,” ucap Bayu. (hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads