Tiga Isu Utama KTT G20

Laporan dari London

Tiga Isu Utama KTT G20

- detikFinance
Rabu, 01 Apr 2009 19:20 WIB
Tiga Isu Utama KTT G20
Jakarta - Isu politik menguat menjelang pertemuan puncak KTT G20 di London, Inggris. Apalagi ada perbedaan di antara anggota G20. Setidaknya ada 3 isu menonjol.

Pertama, terdapat perbedaan penekanan di antara negara-negara G20 dalam upaya melakukan koordinasi pemulihan ekonomi global. Dunia sangat sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi positif.

Namun, intinya G20 fokus dalam upaya pemulihan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Ada dua blok dalam hal ini, yaitu kelompok AS, Inggris, dan Jepang, yang menginginkan adanya kebijakan stimulus fiskal secara agresif dan cepat. Kelompok lainnya adalah Jerman, Prancis, dan Italia yang lebih memilih berhati-hati dan sesuai kepentingan dalam upaya penetapan stimulus itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari dua blok ini tentu akan dicari kompromi-kompromi," kata Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gorvenor House, London, Rabu (1/4/2009).

Isu kedua, kesepakatan mengenai upaya melakukan koreksi dan pengawasan terhadap kebijakan dan peraturan lembaga-lembaga keuangan, terutama IMF, World Bank, dan ADB.

Jerman dan Prancis sangat tegas meminta agar ada komunike mengenai hal ini. "Mereka minta tidak boleh ada lembaga keuangan yang tidak diawasi," kata Sri yang menjadi delegasi Indonesia ini.

Terkait hal ini juga ada permintaan agar ada pengawasan terhadap negara-negara yang menerapkan tax heaven. "Ini hampir sama dengan anti money laundering yang dihasilkan beberapa waktu lalu setelah peristiwa 11 September," kata dia.

Isu ketiga, reformasi dan penambahan jumlah resources (dana) dari institusi moneter untuk membantu negara-negara berkembang dan miskin. "Ini nanti sesuai yang diusulkan Indonesia mengenai adanya support fund yang telah digagas pada KTT G20 di Washington," ujar Sri.

Hingga saat ini belum ada deal berapa jumlah dana yang dikeluarkan oleh IMF, World Bank, dan ADB terkait hal ini.

(asy/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads