Sempat Bocor, Komunike G20 Masih Tekankan Penanganan Krisis

Laporan dari London

Sempat Bocor, Komunike G20 Masih Tekankan Penanganan Krisis

- detikFinance
Kamis, 02 Apr 2009 15:28 WIB
Sempat Bocor, Komunike G20 Masih Tekankan Penanganan Krisis
London - Delegasi negara-negara anggota G20 telah mati-matian membahas revisi draf komunike bersama yang akan diteken para pemimpin G20.  Namun, isi draf tidak akan banyak berubah dibanding draf pertama yang sempat bocor dua hari lalu.

"Malam tadi sudah dibahas. Isinya tidak banyak berbeda. Bahasanya saja yang sedikit diubah untuk mengakomodasi negara-negara Eropa daratan," kata Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani di Grosvenor House, London, Kamis (2/4/2009).

Intinya draf itu berisikan mengenai penegasan kebersamaan para pemimpin negara (unity) dalam  upaya pemulihan krisis ekonomi global. Selain itu, penekanan lain adalah agreement mengenai kebijakan dan regulasi lembaga keuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembahasan hari ini akan ditekankan pada unity ini," kata Sri Mulyani.

Persatuan dan kebersamaan pemimpin negara, kata Sri Mulyani, sangat penting dipahami oleh pemimpin G20.  Indonesia, lanjut Sri Mulyani, mendorong kesepakatan empat hal.


  • Pertama, pentingnya kebersamaan pemimpin negara G20
  • Kedua, pentingnya mengembalikan ekonomi dunia ke arah positif dengan cara kebijakan stimulus fiskal dan makro moneter. Dengan cara ini, angka pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan.
  • Ketiga, pentingnya memperketat regulasi dan supervisi lembaga keuangan.
  • Keempat, mendesaknya untuk  memunculkan support fund untuk negara-negara berpendapatan rendah.

Menjelang pertemuan tingkat tinggi para pemimpin negara maju dan berkembang G20, sejumlah draf komunike bersama terus berseliweran. Kantor berita AFP mencatat setidaknya ada 5 draf komunike yang berbeda dan beredar disela-sela London Summit.

(asy/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads