Indeks Kepercayaan Konsumen Disokong Musim Panen

Indeks Kepercayaan Konsumen Disokong Musim Panen

- detikFinance
Kamis, 02 Apr 2009 16:22 WIB
Indeks Kepercayaan Konsumen Disokong Musim Panen
Jakarta - Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) meningkat sebesar 5,9% pada bulan Maret menjadi 87,8 walaupun ekonomi sedang melambat. Peningkatan kepercayaan konsumen ini didorong oleh keuntungan pada musim panen yang saat ini sedang dirasakan manfaatnya oleh konsumen di daerah pedesaan.

Perbaikan prasarana/fasilitas umum serta pelaksanaan proyek-proyek pemerintah maupun swasta juga membantu meningkatkan kepercayaan konsumen di bulan Maret. Demikian IKK versi Danareksa Research Institute yang dipublikasikan, Kamis (2/4/2009).

Kedua komponen dari IKK meningkat. Komponen yang menunjukkan keadaan masa kini, Indeks Situasi Sekarang (ISS), naik sebesar 12,5% menjadi 71,2 pada bulan Maret dikarenakan konsumen memberi penilaian yang lebih baik terhadap keadaan ekonomi saat ini maupun pasar kerja saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, komponen lainnya dari IKK yang menunjukkan keadaan masa depan, Indeks Ekspektasi (IE), juga naik sebesar 2,7% pada bulan Maret. Kenaikan IE tersebut ke level 100,3 mencerminkan harapan masa depan yang lebih cerah, terutama terhadap prospek pendapatan rumah tangga mereka dalam enam bulan mendatang yang diharapkan akan meningkat.

Dengan harapan prospek pendapatan rumah tangga yang lebih baik di masa mendatang, konsumen berniat untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang. Proporsi konsumen yang berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang naik menjadi 23,6% pada bulan Maret dari 22,2% pada bulan Februari.

Dari 10 kelompok barang yang disurvei, minat konsumen untuk membeli barang naik pada 4 kelompok barang (termasuk barang-barang yang biasanya dibeli secara kredit) dan turun pada 5 kelompok barang. Sedangkan minat konsumen pada satu kelompok barang, yaitu sepeda, tidak berubah.

Indeks yang mengukur sentimen terhadap inflasi naik sebesar 7,2% dari 161,9 pada bulan Februari menjadi 173,7 pada bulan Maret. Hal ini mencerminkan kekhawatiran konsumen terhadap naiknya harga bahan makanan pokok.

Komponen harga bahan makanan pokok dalam indeks harga konsumen (IHK) masih terus naik meskipun Indonesia mengalami deflasi pada bulan Desember 2008 dan bulan Januari 2009. Tekanan yang cukup tinggi terhadap harga bahan makanan pokok ini disebabkan oleh harga komoditas pertanian di pasar internasional yang mulai meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, kenaikan tersebut juga merupakan efek dari pelemahan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini.

Konsumen semakin percaya terhadap kemampuan pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) naik sebesar 1,13% dari 105,2 pada bulan Februari menjadi 106,4 pada bulan Maret, yang merupakan level tertinggi sejak bulan November 2006.

Kenaikan IKKP pada bulan Maret ini disebabkan oleh kenaikan dari komponen yang mengukur kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk menegakkan hukum dan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan teratur. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads