Target Dividen BUMN Rp 26,3 Triliun Tidak Tercapai

Target Dividen BUMN Rp 26,3 Triliun Tidak Tercapai

- detikFinance
Kamis, 02 Apr 2009 18:53 WIB
Target Dividen BUMN Rp 26,3 Triliun Tidak Tercapai
Jakarta - Target setoran dividen murni seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun buku 2008 sebesar Rp 26,3 triliun untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 tidak akan tercapai.

Pemerintah masih mengkaji kemungkinan untuk menurunkan lagi setoran dividen yang akan diambil dari beberapa perusahaan plat merah. Salah satunya adalah dividen dari BUMN perbankan.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dividen murni sebesar Rp 26,1 triliun itu pasti tidak akan tercapai. Tapi nanti masih bisa kita ambil opsi seperti interim. Tapi darimana dan berapa jumlahnya itu belum tahu," ujarnya.

Dividen BUMN tahun lalu, terbantu oleh interim Pertamina sebesar Rp 3 triliun serta DMO-nya Rp 1,7 triliun. Menurutnya, bisa saja pemerintah mengambil opsi seperti ini lagi.

Sebelumnya, pemerintah sudah menurunkan target dividen BUMN di APBN 2009 menjadi Rp 26,1 triliun lebih kecil dari setoran tahun sebelumnya sebesar Rp 30,8 triliun.

Penurunan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan proyeksi penurunan target laba seluruh perusahaan negara di tahun 2008.

"Untuk penurunan dividen akan kita pertimbangkan usulan mereka (BUMN) tapi harus lihat kewajiban mereka juga," ujarnya.

Ia mengatakan, Kementerian Negara BUMN saat ini sedang menggodok BUMN mana saja yang dividennya masih bisa dikurangi dan mana yang akan ditambah porsinya. Ia memastikan, hanya lima BUMN saja yang tidak akan ditarik dividen seperti tahun-tahun sebelumnya.

Lima perusahaan itu antara lain, PT Asuransi Kesehatan Indonesia, Perum Perhutani, PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek), PT Asuransi ABRI (Asabri) dan PT Taspen.

Dividen Perbankan

Said menambahkan, saat ini pihaknya sudah mengantongi jumlah dividen yang ditarik dari BUMN perbankan. Namun sayang, ia enggan merinci berapa total dividennya karena harus disetujui oleh pemegang saham minoritas.

"Mereka semua minta (dividen) 25 persen. Sudah ada titik paling pas antara kewajiban dan kebutuhan mereka," katanya.
(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads