Shell Indonesia Minati Solar Pertamina

Shell Indonesia Minati Solar Pertamina

- detikFinance
Jumat, 03 Apr 2009 10:32 WIB
Shell Indonesia Minati Solar Pertamina
Jakarta - Shell Indonesia berminat untuk membeli kelebihan solar dari PT Pertamina (Persero). Saat ini Shell tengah melakukan negosiasi dengan Pertamina.
 
Hal ini disampaikan Manager Media Relation, External Affairs and Communication PT Shell Indonesia, Fathia Syarif saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (3/4/2009).
 
"Kami sedang bernegosiasi dengan Pertamina soal pembelian solar tersebut," ujar Fathia.
 
Saat ditanya berapa volume dan harganya, Fathia enggan berkomentar. "Kalau soal itu nanti dulu karena inikan masih proses," kata Fathia.
 
Fathia menjelaskan alasan Shell membeli solar dari Pertamina yaitu untuk mengimplementasikan aturan baru dari Departemen Energi Sumber Daya Mineral yang menghimbau agar badan usaha niaga umum untuk menyerap produksi solar dalam negeri.

"Ini dilakukan untuk melaksanakan himbauan tersebut," ungkap Fathia.
 
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Evita Herawati Legowo menyatakan  badan usaha niaga umum diminta untuk menyerap produksi solar dalam negeri berlebih sekitar 400.000 KL dari kebutuhan nasional. Penyerapan stok minyak solar dalam negeri  ini diberlakukan pada Mei mendatang.
 
Badan usaha niaga umum diminta dapat menyerapnya secara business  to business dengan harga tidak lebih dari harga impor. "Kebijakan ini diberlakukan sejak Mei mendatang," ujar Dirjen Migas Evita Legowo, Sabtu (28/3/2009).
 
Evita menjelaskan untuk badan usaha yang sudah terikat kontrak impor pada bulan April diperbolehkan untuk melakukan impor.

"Permintaan badan usaha untuk impor bulan April diberikan, namun untuk selanjutnya diharapkan dapat menyerap minyak solar produksi dalam negeri," kata Evita.
 
Evita menghimbau agar rencana kontrak impor BBM oleh badan usaha tidak dilakukan dalam jangka panjang. Kebutuhan solar badan usaha tersebut dapat disediakan oleh produksi kilang dalam negeri. 
 
Pada tahun ini, dua kilang baru akan mulai beroperasi yaitu Kilang Tri Wahana Universal di Bojonegoro, Jawa Timur, yang berkapasitas 6.000 barel per hari dan Kilang Muba di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan kapasitas 800 barel per hari.
 
"Meski kapasitasnya  kecil, namun cukup lumayan untuk menambah produksi dalam negeri," tandasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, PT Pertamina (Persero) menyatakan kesanggupannya untuk menyuplai sekitar 244.000 pada bulan Mei mendatang. Pasokan tersebut untuk memenuhi kebutuhan solar badan usaha.
 
Sejumlah badan usaha sebelumnya mengajukan rekomendasi impor solar minyak solar untuk bulan April 2009 kepada Ditjen Migas yaitu PT Toyota Tsusho Indonesia, Shell Indonesia, Petro Andalan Nusantara, AKR Corporindo, Cosmic Indonesia, Jagad Energy dan Solar Premium Central.

(epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads