Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (3/4/2009).
"Penurunan BI Rate 25 bps diharapkan menstimulasi penurunan suku bunga kredit," ujarnya.
Hartadi mengatakan, penurunan BI Rate ke depannya masih terbuka karena tekanan inflasi masih sesuai dengan perkiraan BI. Untuk inflasi 2009, BI memperkirakan bisa mencapai batas bawah dari perkiraan BI yang berkisar 5%-7%.
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur BI Mulaiman D. Hadad mengatakan BI akan terus memonitor pertumbuhan kredit perbankan agar bisa mencapai target pertumbuhan sekitar 15% di 2009.
"Target tersebut sesuai dengan rencana bisnis perbankan yang disampaikan awal tahun. Memang dampak krisis masih terasa, tapi kita ingin target ini menjadi acuan, kita akan tingkatkan komunikasi dengan perbankan," paparnya.
Muliaman mengatakan BI ingin agar dampak krisis ekonomi global yang terjadi saat ini tidak menghambat pertumbuhan kredit.
"Kita ingin dampak krisis terhadap lending bisa kita minimalisasi," tukasnya.
(dnl/lih)











































