Lelang Aset Obligor BLBI Tidak Laku

Lelang Aset Obligor BLBI Tidak Laku

- detikFinance
Jumat, 03 Apr 2009 13:55 WIB
Lelang Aset Obligor BLBI Tidak Laku
Jakarta - Lelang aset-aset obligor BLBI di tengah krisis rupanya sepi peminat. Dalam lelang aset dua obligor BLBI yaitu Samadikun Hartono dan Agus Anwar hanya terdapat 1 peminat saja. Akhirnya, pemerintah pun menunda lelang aset tersebut.
Β 
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (3/4/2009).
Β 
"Peminatnya kurang. Baru 1, jadi akan dilelang kembali, kan kalau dalam lelang itu mekanismenya minimal ada 2 peminat," ujarnya.
Β 
Pemerintah sendiri menargetkan penjualan aset milik Samadikun, yang berupa tanah di Jimbaran (Bali), dapat meraup dana di atas Rp 100 miliar.
Β 
"Kalau dari Agus Anwar itu asetnya ada tanah seluas 30 hektar, itu nilainya signifikan," imbuhnya.
Β 
Hadiyanto mengatakan, pemerintah menargetkan aset-aset obligor BLBI yang ditangani oleh Departemen Keuangan dapat selesai dilelang pada semester I-2009.
Β 
"Intinya, semua aset obligor yang free and clear akan kita jual pada semester ini, sementara sisanya yang tercecer akan dijual pada semester II-2009," katanya.
Β 
Sebelumnya berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), nilai aset delapan obligor yang berada dalam penanganan Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Departemen Keuangan (Depkeu) mencapai Rp 2,297 triliun.
Β 
Delapan obligor tersebut, diantaranya James Januardy dan Adisaputra Januardy (Bank Namura), Atang Latief (Bank Bira), Lidya Mochtar (Bank Tamara). Omar Putihrai (Bank Tamara), Marimutu Sinivasan (Bank Putera Multikarsa), Agus Anwar (Bank Pelita/Istismarat), dan Ulung Bursa (Bank Lautan Berlian).
Β 
Seluruh obligor tersebut juga sepakat membayar kekurangan, bila hasil penjualan aset di bawah nilai utang yang diberikan oleh pemerintah. Dia mengatakan, tim pengawas dan pemerintah sepakat memulai penyelesaian kasus BLBI dari delapan obligor yang ditangani Depkeu.
Β 
Nilai aset kedelapan obligor ini di luar nilai aset dari Samadikun Hartono yang juga akan dilelang oleh Departemen Keuangan.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads