Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (3/4/2009).
"Dana ekspansi US$ 5 triliun ini untuk 2 tahun sampai 2010, dan ini sudah cukup memadai untuk membuat ekonomi dunia membaik. IMF memperkirakan di 2009 pertumbuhan ekonomi dunia minus 1%, tapi 2010 akan kembali positif 2% khususnya pada semester II-2010," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggito menjelaskan dari US$ 5 triliun tersebut, komposisinya terdiri dari US$ 2 triliun untuk program pembersihan aset-aset bermasalah (toxic assets) dan juga rekapitalisasi pada perbankan di AS.
Kemudian sebesar US$ 2 triliun merupakan total komitmen stimulus fiskal dari negara-negara G20. Dan sisanya akan dipergunakan US$ 750 miliar untuk penambahan modal IMF, US$ 250 miliar untuk bantuan pembiayaan ekspor impor (trade financing) khususnya di negara-negara berkembang, dan US$ 100 miliar untuk tambahan modal bank-bank pembangunan di dunia.
(dnl/dnl)











































