"G-20 memberikan sinyal-sinyal yang berupaya memulihkan ekonomi dunia, hal itu merupakan sinyal positif sehingga harga minyak dunia dapat menguat," ujar pengamat perminyakan Kurtubi saat dihubungi detikFinance, Minggu (5/4/2009).
Ia mengatakan, hasil pertemuan KTT G-20 akan mampu memberikan sinyal positif bagi penguatan harga minyak mentah dunia di kisaran di US$ 50 per barel sepanjang triwulan II-2009. Namun Kurtubi masih sangsi harga minyak dapat menguat hingga level US$ 60 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurtubi mengungkapkan, kenaikan harga minyak tersebut dipicu oleh faktor sentimen dari pemain pasar tidak hanya dipengaruhi dari faktor fundamental tapi juga sentimen di pasar keuangan.
"Seperti halnya dolar AS yang terus melemah juga dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia," katanya.
Kenaikan harga minyak dunia ini, lanjut Kurtubi, masih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan belum merubah harga secara fundamental.
Harga minyak mentah berjangka pada penutupan berdagangan di bursa Nymex kemarin (4/4/2009) mengalami penurunan yang signifikan. Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Mei mengalami penurunan sebesar 13 sen (0,3%) yang ditutup pada posisi US$ 52,51 per barel. Selama seminggu ini, harga minyakmentah mengalami peningkatan sebesar 13%.
(dru/dro)











































