Penegasan soal kebangkrutan GM itu dinyatakan oleh CEO baru GM, Fritz Henderson dalam acara "Meet the Press" NBC. Saat ditanya apakah kebangkrutan GM tidak bisa dihindari, Henderson menjawabnya, "Tidak".
Henderson yang baru saja menggantikan Rick Wagoner sebagai CEO GM itu menyatakan bahwa dirinya akan bergerak cepat untuk memenuhi permintaan pemerintah soal restrukturisasi. GM hanya memiliki waktu 60 hari untuk menjalankannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Presiden Barack Obama sebelumnya meminta agar para produsen otomotif AS itu memperbaiki rencana restrukturisasinya agar bisa menghasilkan laba kembali. Obama tak mau mempertaruhkan uang para pembayar pajak untuk rencana restrukturisasi yang dinilainya tidak layak.
"Kita berencana menyelesaikan pekerjaan itu. Keinginan kami adalah menyelesaikannya diluar proses kebangkrutan. Tapi jika kami tidak bisa melakukannya di luar proses kebangkrutan, maka kami akan melakukannya dengan proses kebangkrutan," ujar Henderson yang baru seminggu menjadi CEO GM ini, seperti dikutip dari Reuters, Senin (6/4/2009.
Henderson yang juga muncul di CNN menyatakan bahwa GM juga berniat melakukan PHK dan menutup pabrik lagi. GM kini memang menghadapi kelesuan yang luar biasa seiring anjloknya pasar otomotif AS hingga 37% atau penurunan berturut-turut dalam 17 bulan terakhir. GM kini juga harus menghadapi utang obligasi US$ 28 miliar, sementara kas yang tersedia terus menipis. (qom/qom)










































