Demikian disampaikan VP Communications Pertamina Anang Rizkani Noor ketika dihubungi, Senin (6/4/2009).
"Realisasinya tidak mencapai lima persen karena kita lihat tidak banyak pengerahan massa," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persiapan yang dilakukan antara lain berkoordinasi dengan perbankan nasional agar transaksi penebusan BBM SPBU tidak kembali tergganggu. Kelangkaan BBM di SPBU sempat terjadi pada libur tahun baru 2009 lantaran transaksi penebusan BBM terhambat libur panjang perbankan.
"Kami bekerja sama dengan bank-bank agar SPBU-SPBU bisa tetap melakukan Delivery of Take," katanya.
Selain itu, Pertamina juga menerjunkan satuan tugas (satgas) untuk memantau perkembangan stok dan distribusi BBM selama 24 jam sebagai antisipasi kelangkaan BBM pada pemilu legislatif tanggal 9 April 2009.
"Kami telah menurunkan satgas untuk memantau perkembangan stok dan distribusi BBM. Mereka bekerja selama 24 jam untuk menjaga keamanan stok," ujar Anang.
Satgas ini, lanjut Anang, berasal dari internal Pertamina yang bekerjasama dengan satgas pemerintah.
"Jumlahnya cukup banyak ditempatkan di pusat dan di daerah. Mereka akan bekerjasama dengan satgas pemerintah yang bertugas selama pemilu," jelasnya.
Terkait stok BBM menjelang Pemilu dan masa libur panjang, Anang menyatakan pihaknya akan menjaga keamanan stok di level 20 hari.
"Saat ini stok premium mendekati 20 hari, solar 29 hari dan minyak tanah 32 hari," papar Anang.
(epi/lih)











































