Demikian dikemukakan Ketua Umum FSP BUMN Abdul Latif Algaff di kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (6/4/2009).
"Pengurus Federasi SP BUMN yang baru terpilih melalui Musyawarah Besar III Federasi SP BUMN Bulan Januari 2009 tidak pernah memiliki intensi untuk melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan politik praktis baik berupa dukung-mendukung atau berpihak kepada calon presiden tertentu," ujarnya.
Sebelumnya Aliansi Serikat Pekerja BUMN menyatakan dukungannya pada capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dukungan disampaikan melalui iklan di sebuah media cetak nasional itu berisikan ajakan pada semua pekerja BUMN untuk mendukung program Prabowo.
Karyawan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) tersebut mengatakan, FSP BUMN pada dasarya ingin tetap netral, objektif dan profesional dalam menyikapi apa pun hasil pemilu yang menjadi pilihan rakyat dan bangsa lndonesia.
"Bagi FSP BUMN siapa pun yang terbaik dan dipilih oleh rakyat, maka itu pasti menjadi terbaik juga buat karyawan atau SP BUMN," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, karyawan atau anggota SP BUMN memiliki hak dan aspirasi politik sendiri yang harus dihargai dan dihormati secara konstitusional sesuai pilihan rasionalnya masing-masing.
Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh Karyawan atau SP BUMN untuk tetap bekerja dengan tenang sebagaimana biasa dan jangan terpengaruh dengan klaim-klaim politik tertentu.
"Salurkanlah aspirasi politik Anda semua secara merdeka, langsung, bebas. jujur dan adil dalam pemilu yang akan datang," ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa akivitas organisasi akan fokus pada gerakan sosiaI ekonomi, yang akan memperjuangkan kesejahteraan. profesionalisme, advokasi dan soliditas karyawan/keluarga BUMN.
(ang/lih)











































