Hal ini disampaikan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Selasa (7/3/2009).
"Masih studi geologi dan geofisika saja, artinya belum melakukan apa-apa," ungkap Karen.
Saat ditanya kapan lapangan tersebut akan mulai memasuki tahap ekplorasi, Karen belum dapat memastikannya. "Belum tahu," jawabnya singkat.
Seperti diketahui, pada Oktober 2007 Pertamina telah memenangkan tender di lapangan tersebut. Di pengembangan blok ini Pertamina memegang saham 25%, sedangkan 40% lainnya dimiliki perusahaan Wintershall BASF Group Jerman dan Cosmos Oil Jepang sebesar 35%.
Blok 3 merupakan blok eksplorasi dengan total komitmen eksplorasi selama lima tahun sebesar 40 juta dolar AS dan signature bonus 4 juta dolar AS, sehingga kewajiban Pertamina sebesar 11 juta dolar AS (25%). Awalnya eksplorasi direncanakan dimulai akhir 2008 atau awal 2009.
(epi/lih)











































