Hal ini disampaikan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran Badan Pengawas Hulu Minyak dan Gas Bumi, Djoko Harsono kepada wartawan di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (7/3/2009).
Total LNG yang tidak terserap para pembeli tradisional mencapai 18 kargo. namun 2 kargo diantaranya sudah dialokasikan untuk PIM dan 1 kargo dikirim ke India.
"Dari 18 kargo tersebut, yang sudah diambil 3 kargo yaitu dua untuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan satu kargo ke India," ujar Djoko.
Menurut Djoko, satu kargo seharga US$ 4,25 per mmbtu tersebut sudah dikirim ke India melalui Total Trading.
Sementara untuk 7 kargo lainnya akan dikirimkan lagi ke PT PIM dan 6 kargo lainnya akan dikonversi ke elpiji untuk PT Pertamina (Persero).
"Sisanya dua kargo lainnya akan dijual ke pasar spot. Untuk dua spot ini sudah ada yang berminat seperti Cina, Itali dan Amerika Latin," tandasnya.
(epi/lih)










































