Demikian hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) MS Hidayat di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (7/4/2009).
"Tapi enggak apa-apa. Dibanding negara tetangga, ekspor kita cuma 26 persen dari GDP," katanya.
Kondisi ini sangat berbeda dengan negara tetangga seperti Singapura yang meski ekspornya hanya minus 10 persen tapi ekspornya 200 persen dari GDP.
Penurunan BI Rate
Sementara itu, mengenai penurunan BI rate atau suku bunga acuan BI Rate menjadi 7,5%, Kadin menyambut baik. Dengan begitu, diharapkan bunga kredit korporasi yang dipatok oleh bank dalam negeri bisa ikut turun juga.
Namun, menurutnya bunga bank yang ideal bagi pengusaha saat ini sebesar 12,5 persen. "Tapi enggak mungkin juga bisa sampai sebesar itu," katanya.
Ia mengatakan, yang paling penting adalah jika bunga yang diberikan cukup kecil maka akan membantu arus kas perusahaan sehingga bisa bergerak membantu pemulihan ekonomi nasional.
(ang/qom)











































