Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (7/4/2009).
"Proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2009 ini cukup optimis, dan proyeksi BI juga berada di kisaran itu yaitu 4,6%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah lebih optimis dimana konsumsi rumah tangga berada di kisaran 4,3%-5% di kuartal I-2009 dengan nilai tengah 4,6%," katanya.
Proyeksi konsumsi pemerintah di kuartal I-2009 ini juga mengalami perlambatan dari konsumsi rumah tangga pada kuartal IV-2008 yang sebesar 6,4%.
Sementara untuk konsumsi pemerintah di kuartal I-2009 diperkirakan hanya sebesar 8%-13,2% atau melambat dari realisasi kuartal IV-2008 yang sebesar 16,4%.
"BI sendiri untuk konsumsi pemerintah memperkirakan sebesar 13,3%," jelasnya.
Sri Mulyani mengakui proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2009 lebih optimistis dari perkiraan berbagai pihak dan hampir sama dengan proyeksi BI yang sebesar 4,6%.
"Kalau kita lihat, lembaga-lembaga internasional dan investment bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2009 Indonesia adalah 3%-3,8%. Jadi pemerintah lebih optimis. Tapi risiko penurunan laju pertumbuhan ekonomi masih cukup besar mengingat ketidakpastian dalam ekonomi global masih terjadi," pungkasnya.
(dnl/qom)











































