Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Food Station Cipinang Jaya Syamsul Hilataha saat dihubungi detikFinance, Rabu (8/4/2009).
Syamsul mengatakan bahwa suplai beras ke Jakarta akan masih normal dengan jumlah 3.000 ton per hari, karena selain beberapa pedagang yang meliburkan diri masih banyak pedagang lainnya memanfaatkan kesempatan itu untuk tetap membuka tokonya.
"Memang toko buka kemungkinan akan sedikit lebih siang setelah mereka nyontreng, justru sebagian menganggap ini peluang karena nggak semuanya membuka toko," katanya.
Dikatakannya pasokan beras di Jakarta sangat aman untuk 10 sampai 15 hari ke depan. Hajatan pemilu besok, menurutnya tidak akan mengganggu distribusi beras dari daerah ke Jakarta maupun suplai dari pasar induk Cipinang ke pedagang beras di wilayah Jakarta sekitarnya.
"Kita masih punya stok 20.000 ton di gudang, itu bisa 10 sampai hari 15 hari, belum lagi gudang pemerintah (Bulog)," jelasnya.
Mengenai harga beras, saat mendekati pemilu ini justru cenderung turun, misalnya untuk jenis beras R 64 turun dari Rp 5.000 menjadi Rp 4.800 per kilogram.
"Jenis yang lain pun mengalami penurunan yang kurang lebih sama," ucapnya.
(hen/ir)











































