Survei Bank Indonesia menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih pesimis berada pada level 98,6. Namun demikian, secara bulanan IKK meningkat 2,2 poin sementara dibanding tahun sebelumnya mengalami kenaikan 8,7 poin.
Kenaikan IKK ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) telah mengalami peningkatan masing -masing sebesar 3,5 poin dan 1,0 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk IKE pada survei kali ini tercatat sebesar 86,2, berada pada level pesimis, meski mengalami peningkatan sebesar 3,5 poin dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan IKE tersebut didorong oleh kenaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu indeks penghasilan saat ini 3,0 poin, indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama 5,1 poin dan indeks ketersedian lapangan kerja 2,4 poin.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, IKE juga mengalami peningkatan sebesar 5,4 poin. Peningkatan tersebut terjadi karena kenaikan indeks penghasilan saat ini 7,8 poin, indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama 2,9 poin dan indeks ketersediaan lapangan kerja 5,6 poin.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa IEK mengalami peningkatan 1,0 poin dibandingkan bulan lalu dengan indeks tercatat sebesar 111,0. Kenaikan IEK tersebut terutama disebabkan karena menurunnya pesimisme responden terhadap indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 3,9 poin yang diduga terkait dengan rencana realisasi program stimulus pemerintah yang diharapkan dapat menambah penyerapan tenaga kerja.
Secara tahunan, IEK juga mengalami peningkatan sebesar 12,0 poin. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan yang cukup besar terhadap indeks ekspektasi ekonomi sebesar 26,0 poin sehingga berada pada level optimistis. Kenaikan tersebut juga diikuti oleh peningkatan indeks ekspektasi penghasilan dan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja masingmasing sebesar 3,0 dan 7,0 poin.
(qom/ir)










































