Langkah ini untuk mengantisipasi dropnya tingkat hunian (okupansi) hotel di kota-kota besar sebagai dampak libur panjang pemilu dan Paskah empat hari ke depan.
Β
"Dari pemantauan saya okupansi drop, di Jakarta hanya 45% (tingkat hunian kamar), karena ini long weekend orang-orang banyak keluar kota atau keluar negeri," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani kepada detikFinance, Rabu (8/4/2009).
Β
Padahal pada pekan lalu tingkat okupansi hotel di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan sempat menembus angka 60% karena ditopang oleh banyaknya partai-partai politik yang melakukan pertemuan dan perusahaan-perusahaan swasta yang mengejar target sebelum libur panjang.
Β
"Untuk itu justru liburan panjang ini banyak hotel memberikan paket diskon Pemilu dan paket Paskah, mulai dari 30% sampai 50%, dari tarif brosur. Ini hasil pemantauan saya di kota-kota besar di Jakarta, Surabaya dan Medan," jelasnya,
Β
Namun untuk wilayah-wilayah kota tujuan wisata seperti Jogja dan wilayah Bali, ia belum bisa memastikan apakah terjadi program sejenis atau justru ada kenakan tarif. Hal ini menurutnya tergantung permintaan kamar di hotel-hotel lokasi wisata, jika permintaannya naik maka otomatis tarif akan naik dan sebaliknya.
Β
"Saya harap okupansi pada Senen depan bisa naik lagi," ucapnya.
(hen/ir)











































