Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Achmad Faisal kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (8/3/2009).
Kampanye pemilu legislatif terbuka digelar pada 16 Maret 2009 hingga 5 April 2009. Berdasarkan data Pertamina, berikut daftar konsumsi BBM bersubsidi:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi premium pada 1-15 Maret 2009 yaitu 818.836 KL dengan rata-rata per hari 54.589 KL. Untuk 16-31 Maret 2009 yaitu 879.434 KL dengan rata-rata harian 54.965 KL.
Sedangkan untuk minyak tanah, konsumsi 1-15 Maret yaitu 210.128 KL dengan harian 14.009 KL. Untuk 16-31 Maret yaitu 230.433 KL dengan harian 14.402 KL.
"Peningkatkan konsumsi premium dan solar karena banyak digunakan untuk mobilisasi kampanye. Sementara pada saat kampanye, masyarakat juga banyak menggunakan minyak tanah untuk menyablon kaos dan spanduk-spanduk," ungkap Faisal.
Total konsumsi BBM PSO pada masa kampanye untuk tanggal 1-15 Maret 2009 yaitu 1.470.657 KL dengan rata-rata harian 98.044 KL dan untuk tanggal 16-31 Maret yaitu sebesar 1.596.182 KL dengan rata-rata konsumsi harian 99.761 KL.
"Sehingga berdasarkan hasil pemantauan bulan Maret tidak ada peningkatan berarti atas permintaan BBM," tandasnya.
Ia menambahkan, sejak 16 Maret 2009 sampai sekarang sedikit sekali gangguan distribusi BBM yang terjadi.
"Hanya ada beberapa kota Subang, Mojokerto dan Kuningan," ujar Faisal
Faisal menyatakan hingga 8 April 20009 stok BBM subsidi nasional untuk premium 997.700 KL, solar 1.754.751 KL dan minyak tanah 509.279 KL minyak tanah. Sedangkan untuk stok BBM Non PSO stok Pertamax 35.782 KL, Pertamax Plus 17.244 KL dan Avtur 207.980 KL. Stok elpiji nasional adalah 206.912 MT.
(epi/lih)











































