PTPN VII Cairkan Pinjaman Untuk Capex 2009

PTPN VII Cairkan Pinjaman Untuk Capex 2009

- detikFinance
Rabu, 08 Apr 2009 16:09 WIB
PTPN VII Cairkan Pinjaman Untuk Capex 2009
Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII berencana mencairkan pinjaman sebesar Rp 300 miliar untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2009 sebesar Rp 500 miliar.
 
Sebelumnya perseroan sudah mendapat komitmen pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
 
Menurut Direktur Utama PTPN VII Andi Punoko, belanja modal sebesar itu akan dipakai untuk revitalisasi pabrik gula, dan percepatan replanting tanaman karet dan sawit.
 
"Komitmen pinjaman dari BRI dan Mandiri kan sekitar Rp 600 miliar, tapi tidak akan semuanya kita ambil. Mungkin paling banyak tahun ini kita ambil 300 miliar," ujarnya usai pelantikan Direktur SDM PTPN VII di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (8/4/2009).
 
Sedangkan sisa kebutuhan capex-nya akan dipenuhi dari kas internal perseroan. Total lahan yang akan ditanam kembali seluas 70.000 hektar, terdiri dari karet 30.000 hektar dan sawit 40.000 hektar.
 
Ia mengatakan, pinjaman perbankan merupakan alternatif pendanaan yang bisa dilakukan perseroan selama rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) belum berjalan.
 
"Pinjaman jangka panjang yang tidak mengikat, itu sebenarnye leverage kita. Kita masih bisa mengambil pinjaman jangka panjang dengan persyaratan-persyaratan, itu mudah-mudah masih bisa andaikata IPO gagal," katanya.

Mengenai persiapan IPO, ia mengatakan saat ini perseroan masih menggodok rencana tersebut di tingkat internal.
 
"Jadi apa yang akan kita lakukan ke depan yang paling utama adalah fundamental kita dulu baguskan," imbuhnya.

Menurutnya, perusahaan plat merah itu juga belum bisa menentukan target perolehan dana dari IPO, apalagi di masa krisis seperti ini. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memasuki lantai bursa sebelum kondisi pasar kembali membaik.
 
Target Kinerja 2009

 
BUMN perkebunan tersebut mentargetkan penurunan sebesar 20 persen di tahun 2009, baik dari perolehan pendapatan dan laba bersih.
 
"Kalau di 2008 kita masih mengalami harga yang bagus sepanjang satu semester, tahun ini belum ada tanda-tanda yang baik," ujarnya.
 
Sepanjang tahun 2008, perusahaan plat merah itu membukukan laba bersih sebesar Rp 270 miliar, sedikit lebih besar dari laba bersih di tahun 2007 sebesar 252,6 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads