Dengan selesainya seluruh kewajiban utang Garuda, maka BUMN aviasi tersebut bisa melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) dengan harga yang baik.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (8/4/2009).
"Seluruh mekanisme (pembayaran) utang Garuda sedang dikaji. Hampir tiap minggu pasti dibahas. Itulah karena harus kita bersihkan dulu utangnya baru bisa IPO. Kita percantik dulu supaya harganya mahal," imbuhnya.
Ia mengatakan, ada dua hal yang perlu direstukturisasi dalam tubuh Garuda, yaitu utang dan korporasi. Saat ini masalah korporasinya sendiri sudah ada kemajuan, seperti arus kas yang sudah mulai positif dan independensi anak usahanya seperti Citilink dan GMF.
"Restukturisasi korporasi sudah hampir selesai, tinggal penyelesaian utangnya," ujarnya. Said optimistis, seluruh restrukturisasi Garuda bisa berjalan sesuai target, yaitu di akhir semester pertama 2009.
(ang/qom)











































