"Awal semester 2, sekitar bulan Juli lah," ujar Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Omar S Anwar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/4/2009
Menurut Omar sebagai think tank ISC bisa menjadi otak untuk bisa memprediksikan kebutuhan dari produk-produk minyak yang kita butuhkan dalam negeri.
"Jadi ISC tetap ada dan Petral akan mendukungnya," katanya.
Impor Solar April Nol
Sementara itu, Faisal menyatakan untuk bulan April 2009 awalnya Pertamina berencana mengimpor solar sebanyak 1,2 juta barel. Jumlah ini meningkat pada Mei 2009 yang seharusnya 2,4 juta dan Juni sebesar 2,4 juta.
Namun karena adanya kelebihan stok solar, maka rencana impor tersebut tidak jadi dilakukan.
"April tidak segitu, bisa-bisa nol," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Faisal kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur No. 10, Jakarta, Rabu (8/3/2009).
Faisal menyatakan kelebihan stok solar yang dialami Pertamina disebabkan jatuhnya konsumsi solar dari 70 ribu KL per hari menjadi 54 ribu per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karena turunnya konsumsi, Faisal menyatakan kelebihan stok solar terjadi karena Pertamina terikat kontrak jangka panjang.
"Dalam rangka mengamankan suplai buat long term suplai dari KKKS. Over stok solar karena terikat long term. Di satu sisi produksi kilang meningkat karena perubahan minyak tanah menjadi solar. Jadi over stok ini terjadi bukan kesalahan planning." jelas Faisal.
(epi/lih)











































