Demikian disampaikan VP Communication Pertamina Anang Rizkani Noor dalam keterangan pers di Gedung Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (9/4/2009).
"Pagi ini sudah normal kembali. Penyaluran sudah berlangsung dengan lancar.Β SPBU tidak terlambat dan bisa disalurkan seperti biasa," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Depo Biak memiliki 13 tanki BBM,Β 2 tanki di antaranya merupakan tanki premium. Kedua tanki premium itu adalah tanki nomor 2 dan tanki nomor 11.
Kapasitas tanki premium mencapai 1.100 KL. Namun pada saat terjadi kebakaran pada katup pengaman tanki nomor 11, pengisian tanki baru berjalan 900 KL.
"Begitu ada yang terbakar, pengisian langsung kami hentikan. Sehingga BBM di dalam terselamatkan. Isinya tetap. Pengisian dihentikan dan tanker dilepas dari lokasi kebakaran," katanya.
Hingga saat ini Pertamina masih menunggu hasil penyelidikan pihak yang berwenang mengenai kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kebakaran.
Salah satu kemungkinan yang terpikir adalah adanya percikan api yang mengenai lokasi pengisian premium ke tanki. Karena proses pengisian melibatkan BBM yang mudah terbakar, akhirnya kebakaran tak terhindarkan.
"Tapi itu baru kemungkinan. Pastinya kita tunggu hasil penyelidikan," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso dalam kesempatan yang sama.
(lih/nrl)











































