Menkes: BUMN Farmasi Tidak Perlu Merger

Menkes: BUMN Farmasi Tidak Perlu Merger

- detikFinance
Kamis, 09 Apr 2009 12:40 WIB
Menkes: BUMN Farmasi Tidak Perlu Merger
Jakarta - Departemen Kesehatan menilai tidak perlu ada merger antara dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor industri farmasi, yaitu PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Demikian dikemukakan oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari usai melakukan pencontrengan di TPS 7, Jalan Denpasar III, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/4/2009).

"Saya tuh belum tahu, kenapa sih (harus) merger. Apa sih untungnya merger saya belum tahu," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, lebih baik kedua perusahaan tersebut bisa tumbuh masing-masing tanpa harus bergabung. Karena semakin banyak perusahaan negara yang bersaing dengan perusahaan swasta akan semakin baik.

"Meningkatkan mutu dan meningkatkan manajemen yang lebih bagus. Ketransparanan yang paling penting, bukan merger
persoalannya," ujarnya.

Ia juga menampik kabar bahwa kedua perusahaan plat merah tersebut merugi akibat Public Service Obligation (PSO) obat generik.

"Enggak, obat generik malah untung apalagi sekarang ada insentif dari pemerintah," ungkapnya.

Ia menambahkan, rencana merger tersebut bahkan belum sampai ke meja kerjanya untuk diberi restu. Pasalnya, yang melahirkan kedua perusahaan tersebut adalah Depkes.

"Tapi kalau untuk perusahaan, lebih baik untuk tidak merger. Tapi tumbuh semua, bagus semua, kuat semua," imbuhnya.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads