Rencana tersebut akan disampaikan dalam pertemuan ASEAN+3 yang akan berlangsung di Thailand, pada akhir pekan ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencananya juga akan hadir dalam acara tersebut.
Para pemimpin ASEAN+3 akan meminta finalisasi atas keputusan yang diambil dalam pertemuan tingkat menteri keuangan pada Februari lalu. Dalam keputusan tingkat menteri tersebut, disepakati bahwa dana penanganan krisis US$ 80 miliar akan ditambah menjadi US$ 120 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokumen pertemuan yang rencananya akan dipublikasikan dalam ASEAN Summit yang diperoleh AFP, Jumat (10/4/2009), para pemimpin ASEAN+3 akan mendorong pentingnya mewujudkan dana operasional crisis fund tersebut secepatnya.
Mereka juga akan mendorong para menteri keuangannya untuk melanjutkan upaya mencapai kesepakatan pada komponen-komponen utamanya dalam pertemuan berikutnya yang akan berlangsung di Bali, Mei mendatang.
Dalam pertemuan di Pattaya, Thailand pada Kamis (9/4/2009), para menteri keuangan sepakat bahwa Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand akan memberikan kontribusi masing-masing US$ 4,76 miliar. Sementara Filipina memberikan kontribusi US$ 3,68 miliar. Sedangkan kelima anggota ASEAN lainnya yakni Kamboja, Laos, Myanmar akan memberikan kontribusi sesuai dengan jumlah cadangan devisanya.
Tiga negara Asia kaya lainnya yakni China, Jepang, Korsel akan mendiskusikan lebih lanjut berapa porsi masing-masing untuk sumbangan crisis fund tersebut.
Dana emergensi yang disebut sebagai Chiang Mai Initiative Multilateralisation ini merupakan kelanjutan dari Chiang Mai Initiative, sebuah skema bilateral currency swap yang dibentuk setelah krisis finansial Asia 1997-1998.
Dalam dokumen tersebut juga dikatakan, para pemimpin ASEAN+3 akan mendukung mekanisme pengawasan regional yang lebih kuat dengan membangun sistem pengawasan regional yang independen secepatnya.
"Unit ini akan meminitor situasi ekonomi global dan regional untuk melihat tanda-tanda akan terjadinya krisis yang mungkin berdampak pada Asia," demikian bunyi dokumen pertemuan tersebut.
ASEAN kini beranggotakan Brunai, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Sebagian negara-negara ASEAN kini termasuk terkena dampak cukup parah dari krisis global. Yang terkena dampak cukup besar terutama yang menggantungkan pada ekspor seperti Singapura dan Filipina.
(qom/qom)











































