"Pemimpin ASEAN sepakat untuk menunda pertemuan demi keamanan para kepala negara," kata juru bicara pemerintah Thailand, Panitan Wattanayagorn seperti dikutip dari AFP, Sabtu (12/4/2009).
Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva juga telah mengumumkan status darurat setelah kerusuhan yang terjadi di Pattaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah dana Crisis Fund naik dari US$ 80 miliar menjadi US$ 120 miliar. Dana tersebut sebesar 20 persennya akan disumbang dari 10 negara ASEAN, sementara sisanya akan disumbang oleh Korsel, China dan Jepang.
Rencananya para pemimpin ASEAN+3 akan mendorong pentingnya mewujudkan dana operasional Crisis Fund tersebut secepatnya.
Kepala Negara juga akan mendorong para menteri keuangannya untuk melanjutkan upaya mencapai kesepakatan pada komponen-komponen utamanya dalam pertemuan berikutnya yang akan berlangsung di Bali, Mei mendatang.
Pemerintah Thailand sendiri belum memberikan penjelasan yang terkait dengan KTT ASEAN karena masih fokus dengan upaya pengamanan negara.
ASEAN kini beranggotakan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
(ir/ir)










































