Pemerintah AS sebelumnya telah memberikan waktu selama 60 hari bagi raksasa otomotif AS itu untuk membuat rencana restrukturisasi baru, yang memungkinkan GM kembali meraup untung setelah mendapat bailout pemerintah.
Namun Depkeu AS diketahui tetap meminta GM mempersiapkan kemungkinan pendaftaran kebangkrutan, meski GM telah menyatakan bahwa mereka akan berupaya untuk melakukan restrukturisasi utangnya di luar pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber tersebut, pertemuan tersebut adalah untuk menyiapkan proses kebangkrutan yang cepat. Sumber yang telah mendapatkan briefing tentang rencana tersebut menyatakan, GM bersikeras bahwa restrukturisasi yang cepat penting sehingga image dan penjualannya tidak rusak secara permanen.
Persiapan untuk kemungkinan bangkrut ini ditujukan agar ketika kesepakatan dengan para pemegang obligasi dan serikat pekerjanya tidak tercapai, maka GM bisa cepat mendaftarkan perlindungan kebangkrutan. Dengan kebangkrutan, GM bisa lebih mudah melakukan restrukturisasi utang dengan para pemegang obligasinya itu. GM kini sedang dalam proses mencapai kesepakatan pengalihan utang US$ 28 miliar menjadi saham.
Namun sumber tersebut menegaskan, presiden Obama yang terpilih berkat dukungan para buruh itu masih tetap mencemaskan potensi risiko dari rencana pensiun GM. Presiden Obama ingin menghindari solusi yang bisa melukai para pekerja.
Sayangnya, pihak GM dan Depkeu AS belum bersedia memberikan komentar apapun tentang masalah ini.
Namun dalam rencana baru nanti, sebuah perusahaan baru akan dibentuk untuk membeli aset-aset GM yang bagus, sesaat setelah GM mendaftarkan kebangkrutan. Sementara aset-aset yang tidak bagus akan dimasukkan ke perusahaan lama yang akan segera dilikuidasi dalam beberapa tahun ke depan. (qom/ir)










































