Â
Hal ini dikatakan oleh Staf Ahli Menko Perekonomian M. Ikhsan saat ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (13/4/2009).
Â
"Stimulus sebesar Rp 73,3 triliun atau 1,3% dari PDB cuma bisa menambah 0,1% sampai 0,2% kepada pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Â
Apalagi total stimulus fiskal ini banyak dialokasikan untuk insentif perpajakan, dan itu kurang efektif untuk menggerakkan perekonomian.
"Kalau ternyata insentifnya itu dibuat saving kan jadi tidak efektif," kata Ikhsan.
Â
Kemudian proses birokrasi pencairan anggaran stimulus ini juga menjadi penghambat keefektifannya sebagai penggerak ekonomi. "Akan lebih baik kalau pemerintah bisa mengurangi pungli-pungli bagi pengusaha sehingga beban yang tidak perlu bisa dihapus, itu lebih efektif dan besar pengaruhnya," katanya.
Â
Di tempat yang sama, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi 2009 masih positif bisa mencapai 4%.
Â
"Kuartal I-2009 pertumbuhan ekonomi 4% dengan indikasi penyerapan anggaran Kementerian Lembaga baik, realisasi penerimaan cukup baik. Tingkat konsumsi juga cukup baik. Kita harapkan kuartal II lebih meningkat," katanya.
Â
Dikatakannya pemerintah juga sedang merancang RKP (Rancangan Kerja Pemerintah) untuk 2010 dengan melihat realisasi terkini perkembangan perekonomian 2009.
Â
"Kita exercise basic untuk 2010 adalah 2009, ada beberapa hal yang kita kaji 2010 antara lain reformasi birokrasi yaitu remunerasi yang sedang kita exercise, pokoknya lebih ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Baseline anggarannya sama seperti 2009, sekarang sedang kita selesaikan," tuturnya.
Â
Paskah mengatakan program stimulus fiskal 2009 akan membuat Indonesia tidak terkena dampak resesi yang terlalu berat. "Meski ekspor turun kita bisa picu lewat konsumsi," imbuhnya.
Â
Mengenai hasil Pemilu 2009 nanti, Paskah mengatakan siapapun pemimpin pemerintahan yang akan terpilih nanti harus bisa meneruskan program-program yang telah dibuat saat ini.
Â
"Kita harus konsisten dengan program yang dibuat 2009, inikan dibuat bersama-sama tidak hanya satu menteri saja, perencanaannya Bappenas dan treasury dari Depkeu. Kita tetap pada target sasaran yang telah kita buat bersama, setiap penekanan masalah program menyangkut interdepartemen. Dari sisi perencanaan ataupun budget," pungkas Paskah.
(dnl/lih)










































