Pencapaian pada triwulan I-2009 ini baru sekitar 16,3% dari target penerimaan Bea Keluar 2009 yang mencapai Rp 2,38 triliun.
Demikian tercantum dalam data Ditjen Bea dan Cukai yang dikutip detikFinance, Selasa (14/4/2009).
Â
Dari data tersebut, penerimaan Bea Masuk pada triwulan I-2009 justru melampaui target atau mencapai Rp 4,27 triliun (29,15%) dari target setahun yang sebesar Rp 14,651 triliun. Kemudian untuk penerimaan Cukai triwulan I-2009 juga di atas target atau mencapai Rp 14,764 triliun dari target setahun yang sebesar Rp 54,399 triliun.
Â
Jadi secara total, penerimaan Bea dan Cukai kuartal I-2009 adalah sebesar Rp 19,423 triliun atau 27,19% dari target setahun yang sebesar Rp 71,431 triliun.
Â
Sebelumnya, Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan sepanjang kuartal I-2009, kegiatan ekspor terlihat menurun sebesar 35% dari volume biasanya.
Â
"Volume ekspor turun tapi ada internal effort ekspor dari Bea Cukai seperti melakukan pemeriksaan barang dengan ketat, menetapkan nilai pabean dengan benar," katanya.
Â
Di tengah kondisi krisis yang terjadi saat ini, Bea dan Cukai meningkatkan pengawasannya agar meminimalkan aksi-aksi penyelundupan.
Â
"Ada internal effort, penetapan nilai pabean tepat sesuai nilai transaksi juga law enforcement. Yang menyelundup-nyelundup diproses sesuai UU kepabeanan, di cukai juga begitu, beberapa pabrik rokok ilegal sudah mulai ditutup," tuturnya.
Â
Untuk ekspor, Anwar mengatakan ekspor CPO masih cukup dominan, demikian juga ekspor mobil.
Â
"Ekspor CPO ada beberapa tujuan, seperti Malaysia, India, Thailand, hanya harganya yang belum bagus, tapi volumenya masih turun," imbuh Anwar.
Â
Kepala Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Tanjung Priok Kushari Supriyanto juga mengatakan ekspor bahan baku paling banyak turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/lih)











































