Demikian hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (14/4/2009).
"Kita masih harus mencari ke pasar sekitar US$ 1,3-1,4 miliar," ujarnya.
Ia mengatakan, kebutuhan proyek tersebut mencapai US$ 4,9 miliar sampai tahun 2011. Menurutnya, sebanyak US$ 1,9 miliar sudah ditandatangani sedangkan sekitar US$ 1,6-1,7 miliar sedang dalam proses negosiasi. Sehingga sisanya sebesar US$ 1,3-1,4 miliar masih dalam tahap pencairan.
Ia menambahkan, proyek pembangkit itu juga masih membutuhkan dana untuk transmisi dalam bentuk dolar dan rupiah, masing-masing sekitar US$ 1 miliar dan Rp 13 triliun.
Seperti diketahui, proyek 10.000 MW tersebut menggunakan dua mata uang, untuk kebutuhannya dalam bentuk rupiah mencapai Rp 19 triliun. Ia mengatakan, hingga saat ini perusahaan plat merah tersebut sudah mengamankan dana sebesar Rp 15 triliun.
Hingga akhir 2009, perseroan masih akan mencari pinjaman sebesar Rp 4 triliun lagi.
(ang/lih)











































