Penggunaan isu pertumbuhan ekonomi dalam orasi kampanye memang hebat. Tapi masalahnya bagaimana cara mencapai target setinggi itu di masa krisis ekonomi global.
Demikian singgung Presiden SBY saat membuka sidang kabinet paripurna. Acara berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengakui penetapan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional setinggi 12 persen merupakan isu yang menarik. Bahkan terdengar sangat menarik bila disampaikan di dalam sesi kampanye.
"Memang kalau dikampanyekan, itu menarik. Wah..hebat, dua digit. Tapi yang paham ekonomi, yang paham situasi, yang paham bagaimana kita mencari sasaran demi sasaran, itu tak semudah itu," sambung SBY.
Tidak tertutup kemungkinan penurunan beberapa indikator ekonomi di kuartal I-2009 juga akan dijadikan isu kampanye. Tapi pertumbuhan ekonomi nasional secara umum tidaklah seburuk itu, bahkan cenderung lebih baik dibanding Singapura.
"Ada penurunan di investasi, ekspor juga impor. Tetapi growth tidak seburuk yang diperkirakan oleh banyak lembaga. Ekonomi Singapura diperkirakan tahun ini mengalami kontraksi di bawah 9% persen terhadap 2008. Kita tidak sedalam itu, tidak seburuk itu," papar SBY.
Perekonomian Indonesia memang tidak seburuk negara-negara tetangga. BI memperkirakan ekonomi RI pada tahun 2009 bisa tumbuh di kisaran 3-4% atau turun dibandingkan perekonomian Indonesia pada tahun 2008 yang mencapai 6,1%. Sementara ADB memperkirakan perekonomian Indonesia hanya tumbuh 3,6% tahun 2009, Bank Dunia perkirakan ekonomni RI tumbuh 3,4% tahun 2009.
(lh/qom)










































