Menurut Wakil Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana, target perolehan pendapatan perusahaan plat merah tersebut hingga akhir 2009 sebesar Rp 3,7 triliun.
"Dengan perolehan pendapatan itu kita optimis target akhir tahun bisa tercapai," ujarnya usai melakukan penandatanganan kerjasama di Kantor Pos Pusat, Jalan Gedung Kesenian, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
Untuk mengejar target di 2009 tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut akan terus melakukan konsolidasi dan monitoring antar cabang.
Salah satu yang menjadi kontribusi dalam perolehan pendapatan di kuartal pertama tersebut dari kebutuhan logistik pemilu 2009, seperti pengiriman surat dan kotak suara hingga tinta pemilu.
"Dari logistik pemilu kita dapat sekitar Rp 50 miliar," ujarnya.
Ia menambahkan, hingga akhir 2008 lalu perseroan sudah membukukan pendapatan sebanyak Rp 2,4 triliun. Kontribusi terbesar dari pendapatan tersebut masih dipegang oleh divisi mail sebanyak 58 persen. Sisanya disusul oleh divisi jasa keuangan dan logistik masing-masing sebesar 24 persen dan 18 persen.
"Secara perlahan, jasa keuangan itu meningkat melalui adanya sistem online. Kita masih mencari cara agar logistik bisa meningkat karena saat ini kontribusinya masih kecil," katanya.
Perseroan juga mentargetkan bisa mengintegrasikan seluruh kantor cabangnya dengan sistem online realtime di seluruh kantor cabangnya. Menurutnya, saat ini baru 3400 kantor cabang yang sudah terhubung dari 3500 yang ada.
"Kita ingin memperbesar bisnis jasa keuangan lewat penyaluran kredit mikro. Saat ini belum besar karena berbagai kendala di sistem IT. Tahun ini akan kita perbaiki sehingga bisa online semua (kantor cabang).
Citi Gandeng Pos Indonesia
Citi Indonesia and PT Pos lndonesia hari ini mengumumkan secara resmi tonggak perjanjian kerjasama pengiriman dokumen Citi meliputi pengiriman rekening koran bank, PIN, katalog dan dokumen lainnya kepada para nasabahnya secara nasional.
Dalam kerja sama pengiriman dokumen ini PT Pos lndonesia menerapkan sistem informasi antaran dokumen yang mampu memonitor status setiap dokumen yang dikirimkan.
Pengembangan sistem jejak lacak dan pelaporan antaran kiriman yang disebut integrated point of services (I Pos) tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan service level yang disepakati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui sistem ini, PT Pos lndonesia dapat menyajikan data pengiriman dokumen selama 6 bulan terakhir dan secara efisien dapat melaporkan aktivitas pengiriman berkala," ujar Wakil Direktur Utama PT Pos lndonesia I Xetut Marjana di sela penandatanganan kerjasama di Kantor Pos Pusat, Jalan Gedung Kesenian, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
Ia mengatakan, meningkatnya kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi informasi mendorong PT Pos lndonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya. Bila saat ini layanan yang digunakan oleh Citi masih sebatas layanan pengiriman dokumen dengan sistem informasi jejak lacak kiriman, ke depan diharapkan Citibank dapat menggunakan jasa layanan Admailpos.
Admailpos adalah unit yang menggarap produk hybrid mail yang memberikan kemudahan bagi pelanggan korporat dengan volume mail yang tinggi. Konsep layanan one stop service yang dikembangkan Admailpos dimulai dari pemrosesan Database, Profilling (creative design), personalisasi printing, mailshop (folding, inserting, enveloping, addressing), Posting (delivery) yang diintegrasikan dengan sistem lntegrated Point of Services (i-Pos) yang dapat menginformasikan posisi dan status kiriman guna mendukung layanan puma jual.
Konsep layanan tersebut memungkinkan pelanggan korporat mengeposkan data dan menerima laporan pengiriman dokumen secara harian dan bulanan hasil pengiriman secara elektronik.
Citi dan PT Pos lndonesia memiliki sejarah kerjasama yang erat sejak tahun 1996. Citi adalah bank pertama yang memanfaatkan layanan PT Pos lndonesia untuk mendistribusikan berbagai dokumen nasabah, yang kemudian diikuti oleh bank-bank lainnya.
Selama kerjasama ini, Citi lndonesia bersama denqan PT Pos telah melayani nasabah korporat, Citibank dan Citifinancial. Kontribusi kerjasama dengan Citibank selama 3 tahun terakhir, PT Pos lndonesia berhasil meraih pendapatan sekitar 25 milyar rupiah.
Bersama PT Pos lndonesia, kita terus memperkenalkan berbagai solusi inovatif. Salah satunya pembayaran kartu kredit secara real time pertama. Melalui fasilitas ini, para nasabah Kartu Kredit Citi dapat membayar tagihan kartu di seluruh kantor pos di berbagai wilayah di lndonesia," kata Citi Country Manager Shariq Mukhtar.
Tahun lalu, Citi dan PT Pos lndonesia melangkah menuju kerjasama strategis sebagai upaya untuk secara terus-menerus menyediakan solusi keuangan yang inovatif bagi nasabah korporat Citi, sehingga dapat menciptakan efisiensi bagi perputaran modal perusahaan.
Melalui kerjasama ini, 4.000 cabang PT Pos lndonesia di seluruh lndonesia berfungsi sebagai saluran distribusi untuk menerima tagihan dan menyalurkan dana bagi nasabah korporat Citi.
Citi merupakan bank asing pertama di lndonesia yang bekerja sama dengan PT Pos lndonesia dalam menyediakan solusi keuangan untuk corporate banking. Nasabah Citi dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan karena harus membuka beberapa rekening di beberapa lokasi berbeda dengan mengakses jaringan PT Pos lndonesia untuk mengelola tagihan dari pelanggan dan melakukan pembayaran kepada mitra kerja bahkan mereka berada di daerah terpencil yang belum memiliki layanan perbankan.
Sebagai tambahan, Nasabah Citi juga dapat secara langsung melihat dan mengunduh laporan tagihan secara rinci melalui layanan internet banking Citi yang terkemuka, CitiDirect® Online Banking.
Di tahun 2007, Citifinancial dan PT Pos memperkenalkan proses persetujuan pengajuan pinjaman dalam 30 menit melalui pusat pengajuan pinjaman yang tersedia di sejumlah kantor pos besar di lndonesia. Melalui kerjasama ini, nasabah Citifinancial dapat mengajukan pinjaman dan mendapat persetujuan dalam 30 menit hanya dengan mengunjungi kantor pos terdekat.
(ang/lih)











































