Demikian disampaikan Dirut PT Rekayasa Industri (Rekin) Triharyo Soesilo dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (15/4/2009).
Ia menjelaskan, ADB mendanai PLTP Lahendong unit 2 sebesar US$ 28 juta. Proyek ini dikerjakan sejak 21 Oktober 2005 hingga 22 Februari 2007. Meski sudah selesai sejak dua tahun lalu, namun proyek ini baru diresmikan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rabu siang ini jam 13.30 WITA, Menteri ESDM meresmikan proyek PLTP 20MW Lahendong 2 & memulai uji operasi PLTP 20 MW Lahendong 3," katanya.
Kedua unit pembangkit tersebut dikerjakan PT Rekayasa Industri dan Sumitomo Corp bersama jajaran PT PLN (persero) dengan pasokan uap dari PT Pertamina Geothermal Energy.
Ia menambahkan, kandungan lokal di masing-masing proyek mencapai lebih dari 40% dan seluruh pekerjaan sipil dilaksanakan oleh karyawan dari daerah setempat.
Tambahan pasokan listrik untuk Sulawesi Utara menjadi penting mengingat provinsi ini akan jadi tuan rumah World Ocean Conference pada Mei 2009.
"Dengan tambahan kedua PLTP tersebut, provinsi Sulut siap menerima tamu dari seluruh dunia pada acara World Ocean Conference bulan Mei 2009," katanya.
Selain itu Sulut juga menjadi salah satu daerah yang rasio elektrifikasi dengan energi panas bumi yang cukup tinggi di dunia.
(lih/qom)











































