Mandan Steel yang merupakan jaringan China Resource Holding awalnya berencana melakukan ground breaking pada bulan April ini bersamaan dengan PT Meratus (patungan KS dan Antam) di lokasi Batu Licin Kalimantan Selatan.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukahri mengatakan saat ini Mandan Steel masih terganjal persoalan izin prinsip untuk pertambangan bijih besi dan izin pinjam pakai lahan.
"Dari izin prinsip ke izin pinjam pakai ada jeda normalnya lama 3 bulan. Kalau izin pinjam pakainya keluar, dia bilang akan langsung ground breaking," jelasnya.
Ansari mengatakan luas lokasi yang diminta untuk pinjam pakai seluas 1400 hektar, yang diperkirakan akan menghasilkan 1 juta ton iron ore per tahun dengan investasi kurang lebih US$ 500 juta.
"Hari ini mereka sedang bertemu Menteri Kehutanan untuk meminta izin," jelasnya.
(hen/lih)










































