Hal ini dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu malam (15/4/2009).
"Nanti masing-masing BUMN beda-beda kriterianya kemampuan dan kebutuhan BUMN ada yang bisa di bawah 50% ada yang tidak. Sangat tergantung kebutuhan BUMN yang bersangkutan, kebutuhan keuangan yang penting kita mencapai berapa target Menkeu," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin perbankan minta turun di bawah 50% dari laba. Ada yang iya dan tidak, banknya kan beda-beda," imbuh Sofyan.
Sofyan mengatakan sebenarnya pencapaian laba BUMN di 2008 tidak ada masalah sehingga tidak mengganggu setoran dividennya kepada pemerintah.
"Sebenarnya kinerja BUMN secara umum tidak ada masalah tapi ada yang karena rugi kurs, seperti PGN yang uangnya dalam dolar AS," ujarnya.
Adapun target setoran dividen BUMN di 2009 diturunkan Rp 4,7 triliun menjadi Rp 26,1 triliun karena proyeksi penurunan target laba BUMN di 2008 akibat pengaruh krisis ekonomi global.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Pertamina sebagai penyumbang dividen terbesar BUMN juga diperkirakan akan mengalami penurunan laba akibat penurunan harga minyak dunia yang tajam di akhir 2008.
(dnl/ir)











































