"Secara keseluruhan total nilai ekspor akan turun 30%," kata Sri Mulyani dalam acara pembukaan rakor Departemen Perdagangan, di Jakarta, Kamis (16/4/2009).
Untuk itu, Sri Mulyani memberikan tantangan kepada Departemen Perdagangan untuk bisa menjaga kinerja ekspor Indonesia tidak turun lebih tajam dari prediksi Departemen Keuangan, bahkan kalau perlu pertumbuhannya bisa 0% (flat) sama dengan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengatakan tantangan ekonomi 2 tahun ke depan relatif masih berat karena imbas krisis global masih akan terasa. Terlebih lagi saat ini negara-negara di dunia sedang berlomba-lomba mencari pendanaan untuk penyembuhan krisis termasuk dengan menjual surat utang.
"24 bulan ke depan the most difficult battle in the global economic. Jadi amunisinya harus cukup untuk apapun yang terjadi," jelasnya.
Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa prediksi pertumbuhan atau kontraksi ekspor di tahun 2009 oleh Departemen Perdagangan kurang lebih mencapai minus 0% sampai 10% secara volume sedangkan secara nilai masih sulit untuk memprediksinya. Estimasi ekspor secara volume akan minus 5% sampai minus8% sedangkan impornya minus 8% sampai minus 12%.
(hen/dnl)











































