Peluang Bisnis Konstruksi Timteng & Afrika US$ 1,175 Miliar

Peluang Bisnis Konstruksi Timteng & Afrika US$ 1,175 Miliar

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2009 17:16 WIB
Peluang Bisnis Konstruksi Timteng & Afrika US$ 1,175 Miliar
Jakarta - Meski di tengah krisis global, peluang bisnis konstruksi masih terbuka terutama di Timur Tengah dan Afrika. Nilai peluang bisnis yang terbuka di kedua wilayah itu mencapai US$ 1,175 miliar.

Demikian disampaikan Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Sumaryanto Widayatin di gedung Departemen PU, Jakarta, Kamis (16/4/2009).

Menurutnya saat ini tersedia peluang senilai US$ 1,175 miliar di Timur Tengah dan US$ 280 miliar di Afrika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peluangnya cukup besar di sana," katanya.

Salah satu yang sudah memanfaatkan peluang ini adalah PT Wijaya Karya (WIKA) dengan proyeknya di Aljazair. WIKA telah mendirikan pabrik beton pra cetak dan sedang mengerjakan proyek pembangunan jembatan sepanjang jalan tol West to East sebagai sub kontraktor.

Kemudian konsorsium kontraktor Indonesia (swasta) telah mendapatkan kontrak kerja sebesar US$ 1,8 miliar di Libya.

Dengan pangsa pasar konstruksi yang masih besar ini, PU terus mendorong badan usaha nasional dan asing di Indonesia untuk berupaya berpartisipasi dan memperluas pasar konstruksi Internasional.

Sebelumnya, PU telah mengupayakan perluasan pasar konstruksi internasional dengan mendorong dan memfasilitasi perluasan akses ke sumber permodalan serta menerapkan kebijakan bebas biaya fiskal bagi tenaga kerja konstruksi.

Dana Rp 167 Triliun

Departemen Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan dana sebesar Rp 167 triliun untuk sektor konstruksi nasional di 2009. Dana tersebut diperoleh dari dua sumber, yaitu pemerintah dan swasta.

Pendanaan dari pemerintah berasal dari APBN sebesar Rp 61 triliun dan APBD sebesar Rp 59 triliun. Sedangkan pendanaan sektor swasta menyumbang melalui BUMN dan BUMD sebesar Rp 47 triliun.

Dana yang terkumpul itu akan digunakan sebagai modal konstruksi nasional di tahun 2009.

Dari jumlah penyedia jasa konstruksi di Indonesia, Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) PU mencatat ada sebanyak 4.338 Badan Usaha Konsultan dan 117.069 Badan Usaha Kontraktor.

Badan usaha konsultan terdiri dari 4.273 badan usaha nasional dan 65 badan usaha asing. Sedangkan badan usaha kontraktor terdiri dari 116.940 badan usaha nasional dan 129 badan usaha asing.

Dari sisi tenaga kerja BPKSDM mencatat jumlah tenaga kerja konstruksi sendiri pada tahun 2007 berjumlah 5.252.581 orang. Tenaga ahli bersertifikat sampai dengan 20 Januari 2009 mencapai 67.090 orang dan tenaga terampil bersertifikat berjumlah 183.612 orang.

(dru/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads